Mengapa Orang Kristen Tidak Seharusnya Menerima Teori Jutaan Tahun?

by on
Also available in 中文, اُردُو, and English
Share:

Pemahaman bahwa bumi dan alam semesta berumur jutaan tahun sudah menjadi pandangan umum dan seringkali sebagai orang Kristen, kita juga tidak sadar bahwa kita terbawa oleh pemahaman ini. Pertanyaan yang seringkali diajukan adalah, apakah sebagai orang Kristen, kita boleh saja menerima pemahaman tersebut? Apakah pemahaman tentang bumi jutaan tahun berpengaruh pada pertumbuhan iman orang Kristen? Bagaimanakah kita meng-interpretasikan Kitab Kejadian, khususnya Kejadian pasal 1 dan 2 mengenai penciptaan? Bagaimana kalau interpretasi secara harfiah secara jelas menunjukkan bahwa umur alam semesta adalah 6,000 tahun dan bukan jutaan tahun? Bagaimana kita menghadapi pengajaran yang begitu konsisten bahwa ilmu pengetahuan secara ‘pasti’ menunjukkan bahwa alam semesta berumur jutaan tahun?

Dr. Terry Mortenson dari Answers In Genesis akan menjelaskan beberapa point penting yang dapat memperlengkapi kita menjawab pertanyaan di atas dalam artikel dari buku New Answers Book 1.

Terdapat kontroversi yang semakin meningkat di kalangan gereja di seluruh dunia mengenai umur bumi. Selama 18 abad pertama dalam sejarah gereja, kepercayaan yang hampir umum pada umat Kristen adalah bahwa Tuhan menciptakan dunia ini dalam enam hari secara harfiah kira-kira 4000 tahun sebelum Kristus dan memusnahkan dunia ini dengan air bah yang terjadi secara global di seluruh permukaan bumi pada jaman Nuh.

Evolusi Teistik

Tetapi sekitar 200 tahun yang lalu, beberapa ilmuwan mulai membangun teori-teori baru mengenai sejarah bumi, yang mengusulkan bahwa bumi dan alam semesta berumur jutaan tahun. Selama 200 tahun terakhir para pemimpin umat Kristiani telah membuat berbagai upaya untuk memasukkan jutaasn tahun ke dalam Alkitab.Termasuk juga pandangan mengenai usia – hari, teori kesenjangan (gap theory), pandangan mengenai banjir yang terjadi hanya secara local, air bah lokal, hipotesis kerangka (framework hipotesis), evolusi teistik (theistic evolution), dan penciptaan progresif (progressive creation).

Semakin banyak orang Kristen (yang sekarang disebut young-earth creationists – mereka yang berpegang pada pemahaman akan penciptaan bumi yang berusia muda ), termasuk juga banyak ilmuwan, berpegang pada pandangan tradisional, mempercayai bahwa itulah satu-satunya pandangan yang tetap setia pada Alkitab dan sesuai dengan bukti-bukti ilmiah yang jauh lebih baik daripada teori evolusi bumi-tua yang mendominasi.

Banyak orang Kristen mengatakan bahwa umur bumi bukanlah hal yang penting dan jmerupakan persoalan kecil yang hanya memecah belah dan merintangi penyampaian Injil. Tapi, apakah memang benar demikian? Answers in Genesis dan banyak organisasi lain yang percaya pada penciptaan menurut Alkitab tidak berpikir demikian.

Yom = Hari

Pada bab ini, saya ingin memperkenalkan pada Anda beberapa alasan yang menurut kami bahwa umat Kristen tidak dapat menerima teori jutaan tahun, tanpa mengakibatkan kerusakan besar pada gereja dan kesaksiannya di dunia. Bab-bab lain dalam buku ini akan membahas lebih dalam mengenai hal – hal berikut ini.

  1. Alkitab secara jelas mengajarkan bahwa penciptaan Tuhan terjadi dalam 6 hari secara harfiah, 24 jam sehari, beberapa ribu tahun yang lalu. Kata Ibrani untuk “hari” di dalam Kejadian 1 adalah yom. Di dalam kebanyakan penggunaannya pada kitab Perjanjian Lama, kata ini berarti satu hari secara harfiah; dan apabila yang dimaksud bukanlah hari secara harfiah, maka konteksnya akan membuatnya menjadi jelas.

  2. Konteks di Kejadian 1 sangat jelas menunjukkan bahwa hari-hari penciptaan adalah hari- hari secara harfiah. Pertama, yom didefinisikan pertama kali pemakaiannya di dalam Alkitab (Kej. 1:4-5) dalam dua makna harfiah, yaitu bagian yang terang dari siklus terang/gelap dan siklus terang/gelap secara keseluruhan. Kedua, yom digunakan bersama “petang” dan “pagi.” Dimanapun kedua kata ini digunakan di dalam Perjanjian Lama, baik bersama-sama maupun terpisah dan dengan atau tanpa yom dalam konteksnya, maknanya selalu petang dan pagi dari satu hari secara harfiah. Ketiga, yom dimodifikasikan dengan angka: hari pertama, hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya, yang dimana pun dalam seluruh Perjanjian Lama selalu merujuk pada hari-hari secara harfiah. Keempat, yom didefinisikan secara harfiah di dalam Kejadian 1:14 dalam hubungannya dengan benda-benda angkasa.

  3. Silsilah dalam Kejadian 5 dan 11 membuat jelas bahwa hari-hari penciptaan terjadi hanya sekitar 6.000 tahun yang lalu. Sangat jelas terlihat dari silsilah dalam Kejadian 5 dan 11 (yang memberikan informasi secara kronologis, tidak seperti silsilah yang jelas disingkat dalam Matius dan berbagai informasi kronologis lainnya di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Minggu Penciptaan terjadi hanya sekitar 6.000 tahun yang lalu.

  4. Keluaran 20:11
  5. Keluaran 20:9-11 menghentikan segala upaya memasukkan teori jutaan tahun ke dalam Kejadian 1.Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Kel. 20:9- 11, TB-LAI).

    Perikop ini memberikan alasan bagi perintah Tuhan pada umat Israel agar bekerja selama enam hari kemudian mengambil istirahat di hari Sabbath. Yom digunakan pada kedua bagian dari perintah ini. Jika Tuhan bermaksud bahwa umat Israel bekerja enam hari karena Tuhan mencipta dalam enam periode waktu yang panjang, Dia dapat mengatakannya dengan menggunakan satu dari tiga kata kata dalaam Bahasa Ibrani mengenai waktu yang tidak tertentu. Dia memilih menggunakan satu-satunya kata yang bermakna hari secara harfiah, dan orang Yahudi memahaminya juga secara harfiah (sampai gagasan mengenai teori jutaan tahun mulai muncul pada abad ke-19).Untuk alasan ini, maka pandangan mengenai hari yang memiliki waktu yang panjang (day-age view) atau hipotesis kerangka (framework hypothesis) harus ditolak. Teori kesenjangan (gap theory) atau upaya apapun lainnya untuk mengedepankan masa jutaan tahun dibandingkan enam hari adalah juga keliru karena Tuhan berfirman bahwa enam hari lamanya TUHAN menciptakan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Jadi TUHAN menciptakan segala sesuatu dalam enam hari tersebut adalah secara harfiah dan tidak ada apapun sebelum hari pertama.

  6. Air Bah pada jaman Nuh menghapuskan teori jutaan tahun. Bukti di dalam Kejadian 6-9 mengenai bencana banjir yang terjadi secara menyeluruh sangatlah banyak. Sebagai contoh, air bah bertujuan bukan hanya untuk memusnahkan semua orang berdosa tetapi juga semua binatang darat dan burung-burung dan seluruh permukaan bumi, yang hanya bisa dilakukan dengan kejadian air bah secara menyeluruh. Fungsi dari bahtera adalah untuk menyelamatkan sepasang dari setiap jenis binatang darat dan burung (dan tujuh pasang pada beberapa jenis yang tidak haram – Kej 7:2) untuk kembali memenuhi bumi setelah air bah berakhir. Bahtera sama sekali tidak diperlukan bila air bah hanya terjadi secara lokal. Manusia, binatang, dan burung bisa bermigrasi ke tempat lain yang tidak terkena air bah sebelum air bah itu terjadi, atau daerah yang terkena air bah bisa dipenuhi dengan binatang yang berasal dari daerah lain yang tidak terkena air bah.

    Dinosaurs at Flood

    Kedahsyatan bencana alam air bah ini dapat dilihat dari hujan yang tanpa henti selama setidaknya 40 hari, yang mana telah menimbulkan erosi yang begitu besar, longsoran lumpur, badai, dll. Kata Ibrani yang diterjemahkan “. . p. terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat” (Kej. 7:11) jelas menunjuk pada suatu gempa tektonik dahsyat yang melanda banyak tempat di muka bumi selama 150 hari, yang menyebabkan gunung api meletus, gempa bumi, dan tsunami. Air bah di masa Nuh ini akan menghasilkan secara tepat catatan geologi yang kompleks seperti yang kita lihat di seluruh dunia saat ini: sedimen setinggi ribuan kaki secara jelas diendapkan oleh air dan kemudian mengeras menjadi batuan dan didalamnya terdapat milyaran fosil. Jika air bah merupakan penyebab terjadinya sebagian besar dari lapisan-lapisan batuan serta fosil-fosil, maka batuan-batuan serta fosil- fosil itu tidak dapat mewakili sejarah bahwa bumi berumur jutaan tahun, sebagaimana yang diklaim oleh penganut teori evolusi.

  7. 6 Hari Penciptaan

    Yesus adalah young-earth creationist. Yesus secara konsisten memperlakukan peristiwa- peristiwa ajaib yang dicatat dalam Perjanjian Lama sebagai lugas, dapat dipercaya, merupakan peristiwa sejarah (misalnya penciptaan Adam, Nuh dan air bah, Lot dan istrinya di Sodom, Musa dan manna, Yunus di perut ikan). Yesus terus-menerus menegaskan otoritas Alkitab di atas gagasan manusia dan tradisi (Matius 15:1-9). Di dalam Markus 10:6 kita memiliki pernyataan paling jelas (tetapi bukan satu-satunya) yang menunjukkan bahwa Yesus adalah young-earth creationist. Dia mengajarkan bahwa Adam dan Hawa diciptakan pada “awal penciptaan”, bukan milyaran tahun sesudah awal mula dunia, seperti yang akan terjadi jika alam semesta memang telah berumur milyaran tahun. Jadi, jika Yesus adalah seorang young-earth creationist, bagaimana mungkin para pengikut-Nya yang setia justru memiliki pandangan yang berbeda?

  8. Sangat Baik

    Kepercayaan jutaan tahun melemahkan pengajaran Alkitab mengenai kematian dan karakter Allah. Kejadian 1 mencatat enam kali Allah menyebut ciptaan itu “baik,” dan ketika Dia menyelesaikan penciptaan pada hari ke-6, Allah menyebutnya “sangat baik.” Manusia dan binatang dan burung-burung pada mulanya adalah pemakan tumbuh-tumbuhan (Kej. 1:29- 30, tanaman bukanlah “makhluk hidup,” menurut Alkitab). Tetapi Adam dan Hawa berbuat dosa, yang menghasilkan penghu- kuman Allah atas seluruh ciptaan. Saat itu juga Adam dan Hawa langsung mati secara rohani, dan setelah hukuman Allah dijatuhkan, mereka mulai mati juga secara fisik. Ular dan Hawa berubah secara fisik dan tanah menjadi terkutuk (Kejadian 3:14-19).

    Sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dalam perbudakan kebinasaan, menantikan pembebasan oleh penebusan orang-orang percaya (Roma 8:19-25) pada sat kita melihat pemulihan segala sesuatu (Kis. 3:21; Kol. 1:20) kembali ke masa sebelum kejatuhan manusia dalam dosa, dimana tidak ada binatang yang memangsa binatang lain (Yesaya 11:6-9) dan tidak ada penyakit, penderitaan, atau kematian (Wahyu 21:3-5) karna tidak akan ada lagi kutukan (Wahyu 22:3). Menerima teori kepunahan bina-tang jutaan tahun sebelum penciptaan manusia dan kejatuhannya dalam dosa berlawanan serta menghancurkan pengajaran Alkitab mengenai maut dan karya sempurna penebusan Kristus. Mempercayai teori ini juga menjadikan Allah sebagai pencipta yang kurang handal dan kejam- yang menggunakan (atau tidak bisa mencegah) penyakit, bencana alam, dan kemusnahan untuk menandai karya kreatif-Nya, tanpa pertimbangan moral apapun, dengan tetap menyebut semua ciptaan itu “sangat baik.”

  9. Gagasan teori penciptaan jutaan tahun tidak didasarkan pada fakta ilmiah. Gagasan umur bumi yang sudah tua dibangun oleh para ahli geologi yang deistis dan ateis pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Mereka menggunakan filosofi yang anti-Alkitab dan asumsi-asumsi keagamaan untuk menafsirkan pengamatan-pengamatan geologis dengan cara yang jelas-jelas bertolak belakang dengan apa yang ditulis di dalam Alkitab mengenai penciptaan, air bah, dan umur bumi. Kebanyakan pemimpin gereja dan sarjana-sarjana Alkitab berkompromi dengan menggunakan teori kesenjangan (gap theory), teori hari berkepanjangan (day-age theory), teori air bah lokal, dll untuk berusaha mencocokan “umur bumi yang panjang” dengan Alkitab.

    Tetapi mereka tidak mengerti argumen-argumen geologis-nya dan mereka tidak mempertahankan pandangan mereka dengan mempelajari Alkitab secara seksama. Gagasan “umur yang tua” mengalir dari asumsi naturalis, bukan hasil penelitian ilmiah.

  10. Metode penanggalan radiometrik (radiometric dating method) tidak membuktikan bahwa bumi berumur jutaan tahun. Metode penganggalan radiometrik belum dikenal sampai awal abad ke-20, yaitu masa dimana seluruh dunia sudah menerima teori jutaan tahun. Selama bertahun-tahun para ilmuwan yang berpegang pada penciptaan telah mengutip banyak contoh dalam literatur-literatur ilmiah yang telah dipublikasikan mengenai metode penanggalan radiometrik yang ternyata menunjukkan kesalahan dalam pengukuran umur (misalnya, umur jutaan tahun dari aliran lava yang sebenarnya baru terjadi beberapa ratus tahun terakhir atau bahkan baru terjadi beberapa puluh tahun yang lalu). Dalam beberapa tahun terakhir, para creationist dalam proyek RATE telah melakukan percobaan, teori, dan penelitian lapangan untuk mengungkap lebih banyak bukti tersebut (misalnya berlian dan batu bara, yang menurut para penganut teori evolusi berumur jutaan tahun, ternyata baru berumur ribuan tahun menurut penanggalan karbon-14) dan untuk menunjukkan bahwa tingkat peluruhan yang berlipat kali lebih cepat pada masa lalu, yang menyusutkan umur dari jutaan tahun menjadi hanya ribuan tahun, dengan demikian mengkonfirmasi apa yang ditulis dalam Alkitab.1

Kesimpulan

Hal- hal ini hanyalah beberapa alasan mengapa kami percaya bahwa Alkitab memberi kita sejarah dunia secara benar. Firman Tuhan harus menjadi otoritas tertinggi dalam segala permasalahan yang dibicarakan – bukan hanya masalah moral dan spiritual, tapi juga mengenai pengajaran yang menyangkut sejarah, arkeologi, dan ilmu pengetahuan.

Yang dipertaruhkan disini adalah otoritas Firman Tuhan, karakter Allah, doktrin kematian, dan landasan dasar Injil. Jika bab-bab pertama kitab Kejadian bukanlah catatan sejarah secara harfiah, maka iman atas bagian-bagian lainnya dari Alkitab akan rusak, termasuk pengajaran mengenai keselamatan dan moralitas. Saya mendorong Anda untuk membaca dengan saksama artikel-artikel selanjutnya dalam buku ini. Kesehatan gereja, efektivitas misi gereja pada dunia yang sudah tersesat ini, dan kemuliaan Allah sedang dipertaruhkan.

Footnotes

  1. Untuk hasil dari proyek RATE, lihat Larry Vardiman, Andrew Snelling, dan Eugene Caffin, eds. Radioisotopes and the Age of the Earth, Vol. 2, Master Books, Green Forest, Arkansas, 2005; dan Don DeYoung, Thousand . . . Not Billions, Master Books, Green Forest, Arkansas, 2005.

Help Translate

Please help us provide more material in Indonesian.

Help Translate

Visit our English website.